LinkAjaakan dioperasikan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). Finarya merupakan perusahaan yang dibentuk oleh tujuh BUMN, yakni Telkomsel, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Pertamina, dan Asuransi Jiwasraya. "LinkAja itu suatu entitas sendiri di luar perbankan. Kamubisa langsung memesan tiket kereta api murah secara online melalui aplikasi KAI Access dengan metode pembayaran LinkAja yang gampang banget. Caranya mudah, di aplikasi KAI Access kamu pilih tanggal, stasiun keberangkatan, serta tujuan kamu. Setelah tarif perjalanan tertera, lanjut ke pembayaran. Pilih LinkAja sebagai metode pembayaran. Layanandompet digital LinkAja resmi diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gelora Bung Karno, Senayan, Layanan dompet digital Beritadan foto terbaru PT Fintek Karya Nusantara - AFTECH: Kerja Sama Antar Pelaku Fintech Payment Adalah Lumrah . By Editorial Team 08/06/2023 Summary LinkAja, a fintech subsidiary of PT Fintek Karya Nusantara, is expected to secure new funding soon. According to Deal Street Asia, LinkAja will close its funding round by the end of this month. A source, who wished for anonymity, said that among the investors are Telkomsel, several state-owned banks, and some global investors. “This will contribute hugely to LinkAja’s future plans,” the source said. LinkAja’s Marketing Director Wibawa Prasetyawan said the new funding would allow LinkAja to leverage its valuation before conducting an IPO. However, no further details have been disclosed by LinkAja’s management, Telkom, or other investors regarding the latest funding and the IPO plan. Register now and get free access. If you want to get free access to our Daily Insights and Weekly Digest, please click "Sign up" button below. If you already have an account, please login. What do subscribers receive? As a subscriber, you'll receive daily insights, weekly business digests, and quarterly industrial reports. What kind of pieces will i get? In-depth reports on assumption and impact analysis, as well as update and trends mapping, written by our credible and experienced analysts. JAKARTA — PT Fintek Karya Nusantara Finarya memastikan jumlah pemegang saham perusahaan akan bertambah dengan masuknya tujuh perusahaan pelat beroperasi sekitar Maret 2019, 25 persen saham financial technology fintech dengan produk LinkAja ini dimiliki oleh PT Telekomunikasi Seluler Telkomsel. Sementara itu, PT Bank Mandiri Persero Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk. masing-masing menguasai sekitar 20 PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk. dan PT Pertamina Persero masing-masing memegang 7 persen, sedangkan PT Asuransi Jiwasraya sebesar 1 Utama Finarya Danu Wicaksana mengatakan nantinya, akan ada tujuh perusahaan pelat merah yang masuk menjadi pemilik LinkAja yakni PT Kereta Api Indonesia Persero, PT Jasa Marga Persero Tbk., PT Taspen Persero, PT Pegadaian Persero, PT Angkasa Pura I Persero, PT Angkasa Pura II Persero, dan PT Damri Persero. "Alhasil, akhir tahun kami masih akan melakukan peninjauan ulang terkait kepemilikan modal," terangnya, Jumat 1/11/2019.Danu mengemukakan selain perusahaan pelat merah, LinkAja sebenarnya juga sudah dilirik oleh instansi swasta. Namun, keputusan akhir nantinya masih dalam JugaLinkAja Masuk Aplikasi Gojek, Apa Keuntungan bagi Pengguna?Kolaborasi Perusahaan Teknologi Dorong Transaksi NontunaiMenurutnya, minat yang besar untuk masuk menjadi pemegang saham LinkAja didasari kemampuan produk dalam membuktikan perannya sebagai uang elektronik Indonesia. LinkAja diklaim telah berhasil menyentuh masyarakat yang tidak bankable untuk turut mendapatkan layanan keuangan dan mengurangi transaksi sisi pangsa pasar, LinkAja lebih banyak diminati oleh masyarakat di luar Jabodetabek. Danu mengungkapkan per bulan lalu, sebesar 30 persen transaksi terjadi di Sumatra sedangkan Jabodetabek hanya menyumbang 20 wilayah Jawa Timur berkontribusi 18-20 persen transaksi, sedangkan Jawa Tengah dan Yogyakarta sekitar 15 ini, total merchant LinkAja tercatat sebanyak dengan rata-rata jumlah transaksi 50 juta per bulan dan pengguna sekitar 40 itu, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengungkapkan hingga akhir tahun, perseroan akan menyetor modal sekitar Rp360 miliar untuk bank dengan sandi saham BMRI ini ingin mengoptimalisasi jaringan pembayaran yang telah dimiliki masing-masing pihak serta mengakselerasi pencapaian keberhasilan gerakan nasional non tunai. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

fintek karya nusantara linkaja api